|
||||
|
|
Laman 72 |
|
| 711.
Memohon Kemaafan Soalan: Apakah dosa kita boleh dimaafkan sesuai dengan niat kita untuk memaafkan lebih dahulu tanpa harus berjabat tangan dengan orang tersebut? Rosmiati, Ujung Pandang
Jawapan: Jika kita memohon kemaafan kepada seseorang kemudian orang tersebut memaafkannya, maka selesailah urusan keamaafan itu meskipun kita tidak berjabat tangan dengannya asalkan hatinya dengan redha memaafkan kita. Begitu juga sebaliknya jika seseorang berbuat salah dengan kita kemudian kita berhajat memaafkannya, maka walaupun tidak berjabat tangan maka kesalahan orang tersebut terhadap kita telah terhapus, asalkan kita benar-benar dengan ikhlas memaafkannya. Wallahu A'lam. ^ Kembali ke atas ^
712. Berpacaran Melalui Internet Dan tak lama kemudian orang (ustazd) tersebut mengutarakan niatnya untuk ingin berkenalan yang lebih dekat dengan saya atau istilahnya pacaran, walau tak pernah saya bertemu muka dengannya. Tawaran ini saya terima dengan senang hati dengan maksud karena orang tersebut adalah baik akhlaknya dan dapat membimbing saya kejalan yang benar kalau suatu saat Allah mempertemukan jodoh saya dengannya, karena memang itu impian saya untuk mendapat pendamping yang bertaqwa. suatu ketika sewaktu dia ngirim e-mail kesaya dimana dalam e-mailnya ada mengatakan kata sayang, salam rindu atau apa saja seperti layaknya orang yang berpacaran, dan saya pun membalas salam tersebut. Karena saya yakin orang tersebut sangat serius dalam hal ini, dia berniat untuk menemui saya dalam waktu yang dekat ini. Entahlah apa niat selanjutnya, wallahu a'lam. Pertanyaan: Rosmiati, Ujung
Pandang
Jawapan: Rasa cinta dan kasih sayang merupakan fitrah yang tumbuh didalam sanubari manusia bersama lahirnya manusia itu ke dunia ini. Perasaan timbul jika ada rangsangan dari luar, akhirnya kecenderungan itu akan lahir dalam bentuk sikap, reaksi ataupun ungkapan kata-kata. Selalunya ungkapan kata-kata yang berlebihan tentang rasa kasih sayang ini antara lelaki dan wanita akan menimbulkan berahi dan dorongan syahwat yang akhirnya mengundang terjadinya perkara yang dilarang dalam Islam. Ungkapan rasa cinta dan kasih sayang hanya sesuai dilafazkan bagi mereka yang telah bernikah, namun bagi mereka yang baru berkenalan bahkan hanya melalui internet, maka perkara ini merupakan perbuatan yang sia-sia dan merosakkan fitrah kasih sayang tadi. Jadi batas hubungan antara lelaki dan wanita yang belum menikah ini cukup sekedar ingin mengetahui latarbelakang seseorang yang diingininya tersebut. Apakah ia dari keturunan yang baik atau sebaliknya, apakah ia tergolong subur atau berpenyakit, kemudian apakah ia dari kalangan orang yang berada ataupun sebaliknya dan yang terakhir tentang agamanya, apakah ia tergolong orang yang taat kepada Allah ataupun orang yang lalai dengan hukum-hakam Allah. Perkara yang paling penting dalam memilih pasangan hidup adalah melihat sejauhmanakah calon suami atau isteri kita itu benar-benar menjalankan agamanya, sebab orang yang menjalankan agama dengan baik akan menjadi pasangan yang baik dan diredhai Allah. Jadi mengucapkan kata-kata sayang dalam internet sama juga mengucapkan kata-kata itu ketika kita sedang berhadapan, jika ucapan itu dengan jelas untuk menggoda dan bahkan menumbuhkan dorongan untuk melakukan perkara yang tidak baik jika bertemu nanti maka perkara ini dilarang dalam agama. Sebaiknya jika benar-benar ikhlas ingin mencari pasangan hidup, boleh berjumpa dengan membawa muhrim dan melihat keadaan pasangan tersebut apakah memenuhi syarat dan kreteria yang ditentukan agama seperti yang disebutkan diatas. Setelah itu lakukanlah solat istikharah agar pilihan kita itu benar dan diredhai Allah SWT. Wallahu A'lam. ^ Kembali ke atas ^
713. Memperolehi Haji yang Mabrur Bakal Hajah,
Shah Alam
Jawapan: Masalah diterima atau ditolaknya amalan seseorang itu adalah hak Allah, cuma saja sebagai hamba yang beriman dan bertakwa kepadaNya hendaklah dalam beramal ibadah itu disertai dengan rukun dan syarat yang betul dan sempurna. Dalam mengerjakan ibadah haji sama juga dengan mengerjakan ibadah-ibadah yang lain seperti solat, puasa dan sebagainya. Jika didalam mengerjakannya tidak disertai dengan adab, rukun dan syarat yang betul, maka nilai, fadhilat dan keutamaan dari ibadah tersebut akan hilang. Meskipun ibadah haji kita sah kerana telah tertunai rukun, syarat wajib dan sebagainya, namun dari segi keutamaan haji yang mambur itu tidak semua orang memperolehinya. Itulah sebabnya dalam mengerjakan ibadah tidak kira apapun ibadah atau fardhu yang diwajibkan hendaklah disertai dengan hati yang ikhlas mengharap keredhaan dan keampunan Allah, bukan kerana perkara yang lain. Tidaklah menjadi kemusykilan dan kehairanan jika
dari sekian juta jemaah yang menunaikan ibadah haji hanya segelintir
sahaja yang memperolehi haji yang mabrur atau hajinya yang diterima.
Sebab untuk memperolehi keredhaan Allah itu bukan suatu yang mudah tetapi
memerlukan ketabahan, kesabaran, ketakwaan, tawadhuk, istiqamah dan
hanya menyerah segala urusan kepada Allah semata. Disamping itu
didalam menjalankan syariat agama hendak dilakukan dengan hati yang
ikhlas dan suka menegakkan amar makruf nahi mungkar. Wallahu A'lam. ^ Kembali ke atas ^
714. Balasan Dosa-dosa Besar Nurul, Selangor
Jawapan: Semua dosa-dosa diatas tergolong dalam dosa-dosa besar. Jika dosa-dosa ini dilakukan seseorang kemudian meninggal dunia ketika belum sempat bertaubat, maka balasan dari dosa ini adalah masuk ke dalam api neraka. Jika mereka sempat bertaubat maka insya Allah taubatnya akan diterima oleh Allah SWT. Sebab Allah SWT telah berjanji di dalam Al Quran akan menerima taubat hambanya yang benar-benar bertaubat (taubat nasuha). 1. Dalil balasan dosa meninggal solat. 2. Dalil balasan dosa meninggal puasa dengan sengaja. 3. Dalil balasan tidak membayar zakat. 4.Dalil balasan dosa berzina 5. Dalil balasan menipu orang lain. 6. Dalil balasan dosa Menganiaya orang. 7. Dalil Balasan Meminum Arak. 8. Dalil balasan Membuat Sumpah Palsu. ^ Kembali ke atas ^
715. Pernikahan Setelah Hamil Doni, Indonesia
Jawapan: Jika seseorang telah melakukan perbuatan zina, maka hendaklah segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya, setelah itu jangan ulangi pekerjaan yang tercela tersebut. Seandainya ia menikah dengan wanita yang dihamilinya itu maka pernikahannya adalah sah dan jika telah sah maka tidak perlulah mengulanginya kembali setelah bayi lahir. Bahkan menurut imam Syafei jika ia menikah dengan wanita yang dihamili itu kandungannya belum sampai enam bulan, maka anak yang dilahirkan oleh wanita tersebut boleh di "bin" kan dengan ayahnya. ^ Kembali ke atas ^
|